Arsenal Blog Pertama di Indonesia Yang Lahir Sejak 2006 · Arsenal Blog Pertama di Indonesia Yang Lahir Sejak 2006 · Arsenal Blog Pertama di Indonesia Yang Lahir Sejak 2006 ·

Profil PSG - Lawan Arsenal di Final Liga Champions 2026

on 30 Mei 2026

Arsenal lolos ke final Liga Champions 2026 dengan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG). Pada pertandingan terbesar dalam sejarah Arsenal, PSG juara bertahan Eropa, penghalang Gunners dalam gelar Liga Champions pertama. Pertandinga seru, saat dua nama terbesar di dunia sepak bola saling berhadapan dalam final yang dinantikan miliaran penduduk dunia.

Tim dari ibu kota Prancis ini tidak perlu diperkenalkan lagi, menjadi satu di antara yang popular di dunia. Meski demikian, ada sejumlah informasi yang Anda perlu ketahui tentang kejayaan masa lalu dan bintang-bintang klub saat ini ? Berikut fakta yang perlu Anda ketahui tentang PSG :

SEJARAH

PSG adalah klub yang relatif baru. Klub ini berdiri pada 1970 setelah penggabungan antara Paris FC dan Stade Saint-Germain dan didanai melalui penggalangan dana dari para pendukung. Gelar Divisi 2 diraih pada musim pertama mereka, tetapi dalam waktu tiga tahun, perselisihan di balik layar menyebabkan Paris FC kembali berpisah dan PSG terdegradasi ke divisi ketiga.

Dengan menggunakan tim junior, PSG meraih promosi berturut-turut hingga kembali ke divisi teratas. PSG bertahan hingga saat ini. Piala Prancis pertama dari 16 gelar yang klub raih terjadi pada tahun 1982. Tiga tahun kemudian mereka memenangkan kejuaraan liga pertama, tetapi masalah keuangan menyebabkan penurunan yang cepat.

Pengambilalihan oleh stasiun TV Canal+ mengantarkan klub ke era kesuksesan. PSG meraih gelar liga kedua pada 1994 dan kesuksesan Eropa pertama berupa Piala Winners' Cup 1996. Dekade 2000-an diwarnai kesulitan dan klub hampir terdegradasi. Klub selamat setelah terjadi pengambilalihan perusahaan asal Qatar pada 2011. Zlatan Ibrahimovic, Neymar, Lionel Messi, dan Kylian Mbappe  membantu PSG mendominasi sepak bola Prancis sejak saat itu. Klub memenangkan 12 gelar liga dalam 14 musim terakhir, sebelum akhirnya merebut Liga Champions 12 bulan lalu (Mei 2025).

STADION

Klub memainkan pertandingan di lokasi Parc des Princes sejak 1897, termasuk pertandingan di Piala Dunia 1938. Dua stadion sebelumnya dibangun dan kemudian dihancurkan sebelum struktur yang ada saat ini dibangun pada tahun 1972.

PSG memainkan pertandingan pertama setahun kemudian, dan selama 25 tahun berikutnya, Parc de Princes menjadi tempat penyelenggaraan final Piala Prancis, pertandingan sepak bola dan rugbi internasional, final Piala Eropa, dan final Euro 84 ketika Prancis memenangkan gelar pertama. Arsenal pernah mengalami kenangan pahit, karena di stadion itulah Gunners kalah di final Piala Winners' Cup 1994/95 melawan Real Zaragoza.

Pembangunan Stade de France pada tahun 1998 telah menurunkan statusnya sebagai tempat olahraga utama Prancis. Meski demikian stadion ini digunakan untuk Piala Dunia 1998, Piala Dunia Rugby 2007, Euro 2016, dan Olimpiade 2024. Saat ini kapasitasnya adalah sekitar 48.000. PSG berencana memperluas kapasitas di masa datang.

MANAJER

Luis Enrique sang pelatih memasuki musim ketiganya sebagai pelatih PSG, dan mencapai 600 pertandingan dalam karier kepelatihannya. Sebagai gelandang yang sangat berprestasi selama masa bermain, ia pernah membela Real Madrid dan Barcelona, ​memenangkan 3 gelar La Liga dan 1 Piala Winners' Cup. Enrique memenangkan pula medali emas Olimpiade 92 bersama Spanyol, dan mewakili Spanyol di tiga Piala Dunia.

Setelah gantung sepatu pada 2004, ia menggantikan Pep Guardiola sebagai manajer Barcelona B, lalu melatih Roma dan Celta Vigo. Musim 2014 ia kembali ke Nou Camp. Dalam tiga musim kepemimpinannya, ia memenangkan Liga Champions 2015, Piala Dunia Antarklub, dan meraih 2 gelar ganda liga dan piala, dan setelah empat tahun sebagai manajer Spanyol, ia pindah ke PSG. Enrique melanjutkan  kesuksesannya, meraih 7 gelar hingga saat ini.

MUSIM LALU (2025-2026)

Meskipun Mbappe pindah ke Real Madrid, PSG mengamankan gelar Ligue 1 keempat berturut-turut dengan enam pertandingan tersisa. Dengan gelar di tangan, PSG berpeluang menyelesaikan musim liga utama Prancis tanpa terkalahkan untuk pertama kalinya. Sayangnya PSG kalah 3-1 di kandang melawan Lyon. Pertandingan yang membuat PSG merasakan kekalahan di pekan ke-31 dari 34 pertandingan.

PSG unggul 19 poin dari rival berat mereka, Marseille. PSG mengamankan gelar ganda domestik keenam dengan mengalahkan Reims 3-0 di final Piala Prancis. Akan tetapi trofi yang PSG inginkan adalah gelar Liga Champions. PSG ingin  menjadi klub Eropa kesembilan - dan yang pertama dari Prancis - yang meraih treble.

Meskipun kalah lima kali di kompetisi dan finis di posisi ke-15 di fase liga, PSG lolos ke final dengan menyingkirkan sesama tim senegara Brest, Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal. PSG menampilkan performa terbaik di saat yang paling penting. Ini terjadi pada final Mei 2025, ketika PSG menghancurkan Inter Milan 5-0, Pertandingan yang tercatat memiliki margin kemenangan terbesar dalam final Liga Champions Eropa.

TIM

Ousmane Dembele pemain kunci PSG. Ia pemenang Ballon d'Or 2025 setelah mencetak 37 gol musim lalu. Ketajaman PSG makin terasa setelah akuisisi pemain sayap Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, pada Januari 2025. Ia mendorong klub Paris ini ke level yang lebih tinggi, menjadikannya pemain sayap paling ditakuti di dunia.

Opsi serangan PSG diperkuat kehadiran duo Prancis, Bradley Barcola dan Desire Doue, yang termasuk dalam skuad Piala Dunia 2026. Bersama Dembele, bek kiri Lucas Hernandez, dan Warren Zaire-Emery. Semuanya pemain bertalenta. Empat pemain Portugal, yaitu striker Goncalo Ramos, duo gelandang kunci Joao Neves dan Vitinha, serta bek Nuno Mendes juga tampil di turnamen ini.

Fabian Ruiz masuk dalam Tim Terbaik Euro 2024 setelah tampil gemilang untuk juara Spanyol. Sementara bek kanan Achraf Hakimi memainkan peran besar dalam membantu Maroko mencapai semifinal Piala Dunia 2022. Bek asal Brasil dan pemegang rekor penampilan terbanyak klub, Marquinhos, menjadi kapten tim, memimpin lini belakang yang diperkuat Matvey Safonov di bawah mistar gawang.

MUSIM SEJAUH INI

Meskipun PSG gagal meraih Piala Dunia Antarklub setelah kalah dari Chelsea di final, tim asal Paris ini menjadi satu dari tiga tim dalam sejarah yang berhasil meraih enam gelar sekaligus (sextuple). Prestasi yang menyamai Barcelona pada 2009 dan Bayern Munich pada 2020. Setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di final Piala Super UEFA pada bulan Agustus 2025, PSG mengamankan Piala Super Prancis dengan mengalahkan Marseille melalui adu penalti. PSG sebelumnya meraih Piala Interkontinental FIFA pertama dengan cara yang sama melawan Flamengo.

Gelar Ligue 1 kelima berturut-turut diraih setelah Lens memberikan perlawanan sengit, tetapi kemenangan 2-0 atas rival terdekat cukup untuk mengantar klub meraih gelar juara. Kekalahan mengejutkan di babak 32 besar Piala Prancis dari tetangga mereka, Paris FC, mengakhiri harapan untuk meraih double-treble.

Namun, PSG bisa menjadi klub pertama yang mempertahankan gelar Liga Champions sejak Real Madrid pada 2018. Setelah gagal memenangkan satu pun dari tiga pertandingan fase liga terakhir, PSG finis di posisi ke-11 dan bertemu Monaco di babak play-off, lolos dengan agregat tipis 5-4. Chelsea dan Liverpool dilewati dengan mudah sebelum semifinal yang luar biasa melawan Bayern Munich. PSG unggul 5-2 sebelum kebobolan dua kali, tetapi hasil imbang 1-1 di Jerman memastikan PSG meraih tiket ke Budapest.

PERTEMUAN SEBELUMNYA

Pertemuan Arsenal melawan Paris Saint-Germain terjadi di semifinal Piala Winners Eropa 1993/94. Hasil imbang 1-1 di Prancis diikuti oleh kemenangan 1-0 di Highbury dengan gol krusial dari mendiang Kevin Campbell. Gol yang memastikan Arsenal ke final Piala Winners. Turnamen yang Arsenal menangkan atas Parma.

Ada juga dua hasil imbang di babak penyisihan grup Liga Champions 2016/17 ketika Alexis Sanchez membalas gol Edison Cavani di menit pertama di ibu kota Prancis. Pada pertandingan yang menghibur di N5, Cavani membuka skor sebelum Oliver Giroud dan gol bunuh diri Marco Verratti membawa Gunners unggul. Sayangnya gol bunuh diri lainnya, kali ini dari Alex Iwobi, membuat poin kembali dibagi rata.

Pertemuan Arsenal berikutnya di fase liga pada Oktober 2024 berakhir dengan kemenangan 2-0 di Stadion Emirates, dengan Kai Havertz mencetak gol melalui sundulan sebelum Bukayo Saka memanfaatkan tendangan bebas ke dalam kotak penalti yang berujung gol. Gunners bertemu lagi di semifinal, tetapi gol cepat Dembele mengamankan kemenangan penting 1-0 bagi tim Enrique di stadion Emirates, sebelum Ruiz dan Hakimi mencetak gol di leg kedua. Saka memperkecil kedudukan, tetapi kekalahan 2-1 membuat Arsenal tersingkir. Ini kekalahan terakhir Gunners di Liga Champions. 

Ranking: 5
 
© Arsenalogi · Dedi Andrian · All Rights Reserved Arsenalogi · Powered by Blogger